Orang Asing

 


    Kadang, aku merasa tidak nyaman dan tidak bahagia dengan keberadaan orang lain, padahal biasanya aku tidak bisa hidup tanpa orang lain. Aku jadi berfikir, jangan-jangan meski kita saling membutuhkan, kita juga adalah beban satu sama lain.

    Kalimat diatas menggambarkan kehidupan manusia, kehidupan kerap dibenturkan dengan norma sosial. Tentunya tidak mudah, faktor eksternal yang datang seperti omongan orang lain terkadang tidak dapat di kendalikan.

Terdapat pepatah arab yang menggambarkan tentang kehidupan, cinta, dan kematian:

ولدتك امك يا ابن آدم باكيا  واالنّا س حولك يضحكون سروراً

احرصْ على عمل تكون به اذَا  يبكون حولك ضا حكا مسروراً

kamu di lahirkan ibumu, wahai anak adam, dalam keadaan menangis, dan manusia disekitarmu tertawa gembira.

Perbanyaklah amal kebaikan, yang pada saatnya nanti manusia disekitarmu menangis sementara kau tertawa gembira.

 

    Suara tangisan dilahirkannya kamu ke dunia terdengar sampai telinga tetangga. Kamu menangis dan manusia disekitarmu tertawa gembira. Kehadiranmu di dunialah membuat orang sekitarmu senang. “ telah lahir anak si Fulan” begitulah kira-kira bentuk ucapan kesenangan dari masyarakat.

    Berjalannya kehidupan dengan kebaikan yang kamu tanam berdampak juga terhadap kehidupan orang lain. Orang lain akan senang dengan kehadiranmu. Maka dari itu, ketika kamu nantinya meningkalkan dunia ini orang lain akan menangis dan kamu d sanah tersenyum.

    Setiap orang memiliki peran dan kekhawatirannya masing-masing, tentunya tidak ada orang yang baik-baik saja. Namun perlu di ingat bukan tugas kita juga membuat semua orang bahagia. Satu-satunya kebahagian yang harus di pupuk ialah di dalam diri sendiri. Ketika bahagia telah membentuk pola pikir yang baik maka segala tindakan akan bernilai positif bagi diri sendiri maupun orang lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEHAMPAAN MASYARAKAT KOTA